UST UMAR SALIM : ASTRONOM SALAF PONOROGO
Oleh: Muhammad Yunus Mahbub 211014001
Rukyat hilal: ust Umar Salim mempraktekkan cara
menentukan ketinggian hilal. Dilatihan praktikum rukyah hilal ponpes Darul
Huda, terlihat banyak santri antusias dan memerhatikan.
IAIN PO.- kegemilangan intelektual Islam dibidang
astronomi dulu, termasuk salah satu bukti zaman keemasan Islam. Ilmu astronomi
dikenal dalam dunia Islam sebagai ilmu Falak. Falak merupakan ilmu yang
menentukan ijtima(penentuan awal bulan hijriah.baca), gerhana matahari, gerhana
bulan, penentuan kiblat, dan penentuan awal waktu sholat.
Para Intlektual falak sangat harum namanya ditengah
pengkaji ilmu Islam dan astronomi. Di Mesir, kita mengenal Syekh Abdurrahman
Al-Misri. Di Indonesia, kita mengenal pula intlektual bebuyut ust Yusuf Mansur.
Seorang Kyai dengan karangan Sulamu An-Nayaraini. Kitab yang selalu menjadi salah satu acuan ijtima’ di Indonesia. Beliau
adalah, KH Muhammad Mansur Al-Batawi. Sedangkan di Ponorogo, pejuang ilmu salaf
falakiyyah saat ini merupakan pimpinan LFNU(Lajnah Falakiyyah Nadhlatul
Ulama.baca) cabang Ponorogo beliau, Ust Umar Salim, S.Ag.
Alumnus Madrasah Diniyyah Miftahul Huda ini, menguasai banyak
sistem falakiyyah. Mulai dari Durus Falakiyyah dan Sulamu An-nayaraini yang didapat
dari Madrasah Diniyyah Miftahul Huda. Nautika dan Ephemeris yang dienyam di Fakultas
Syariah IAIN Sunan Ampel(sekarang IAIN Ponorogo). serta Nurul Anwar dan banyak
lagi sistem falak yang didapat dari workshop-workshop yang diikutinya.
Melalui pelbagai organisasinya, ust Umar melakukan
pengabdian kepada masyarakat. Seperti penentuan arah kiblat untuk kegiatan
rutin jamaah semaan Jantiko Mantab, mushola-mushola dan masjid. Pembuatan
kalender Tahunan NU. Pembuatan jadwal sholat dan imsakiyah untuk wilayah
Ponorogo. Selain itu, beliau juga aktif untuk memberikan pelatihan gerhana dan
rukyat hilal.
Kegiatan yang beliau adakan, selalu mendapat respon baik
dari masyarakat dan pelajar. Seperti tanggapan dari Bapak Asmawi Anwar ketua
MWC NU(Majelis Wilayah Cabang Nadhlatul Ulama.baca) Sukorejo. Beliau
menghaturkan terimakasih atas bantuan penentuan kiblat pembangunan masjid di
Dusun Ndare Desa Sukorejo tahun 2012 lalu.
Ada juga Pernyataan dari perwakilan MWC NU sePonorogo
yang merespon positif saat acara workshop tahunan pelatihan hisab gerhana di Institut
Sunan Giri Ponorogo. Dan ungkapan terimakasih, atas pengalaman menyaksikan hilal,
dari para peserta pelatihan rukyat hilal
untuk santri ponpes Darul Huda dan mahasiswa Insuri sebagai agenda tahunan, di
Tanjung Kodok Lamongan beberapa waktu lalu.
Ayah yang humoris menurut putranya Izzar Mahbubi ini,
selalu aktif mengikuti perkembangan ilmu falak. Melalui pelatihan workshop yang
diadakan Kementrian Agama, beliau menambah wawasan keilmuannya. Seperti
perkembangan Ijtima Qobla Ghurub dan agenda Kalender Hijriah Global.
Beliau menanggapi, dalam keilmuan astronomi perkembangan
tersebut merupakan hal yang positif. Namun beliau menambahkan, “ segala
perkembangan tersebut perlu adanya kajian secara kaidah syari, karena rukyat
menurut saya fardu ain, dan untuk teknologi yang semakin berkembang bukan untuk
meniadakan rukyat tapi bagaimana menjadi sarana mempermudah pelaksanaan
rukyat”.