Selasa, 26 September 2017

Tujuan Berkomunikasi.
oleh: Kang Boy.0


komunikasi sering dideskripsikan sebagai proses penyampaian pesan. Dalam dunia akademisi komunikasi merupakan fenomena yang dikaji secara intens. Kenapa, karena bahkan dengan aktifitas sesederhana komunikasi dapat mempengaruhi secara luas, besar dan sangat berdampak pada kehidupan manusia secara seluruhnya.

Komunikasi sebagai aktifitas tanpa sadar, merupakan proses yang dilaksanakan secara sadar. Pernyataan ini bukanlah kontaradiktif. Karena komunikasi merupakan kegiatan yang bercampur menjadi kebutuhan pokok sebutuh kita untuk bernapas. Namun komunikasi menjadi alat terpenting dalam mencapai tujuan sepenting modal untuk berwirausaha.

Dalam komunikasi ada sesatu yang menjadi pilar, dorongan atau dapat dikatakan alasan kenapa komunikasi dilakukan. Namun disini penulis mencoba mengkaji komunikasi dari aspek tujuan yang jarang kita sadari. Karena hukum kausalitas merupakan hukum yang menjadi tonggak dasar dunia. Dan kausalitas dalam berkomunikasi didasari alasan yang masih awang-wang. Sehingga, alasan atau sebab yang akan penulis tuturkan, merupakan sebab-sebab yang terlihat sepintas tanpa alasan namun berdampak secara ekstrim dalam kehidupan.

Komunikasi untuk hidup.
Pernahkah dalam sehari menjalani aktifitas, pembaca tidak berinteraksi dengan orang lain?. Saya rasa tidak ada pembaca yang pernah mengalaminya. Interaksi antar manusia merupakan kegiatan yang sangat simpel dan sederhana. Seperti, menyapa. atau hanya sekedar bertatap mata. Atau bahkan hanya dengan menugingkan senyum. Dan bahkan hanya menunjukkan diri dihadapan orang lain, ini masih termasuk interaksi.

Komunikasi merupakan salah satu bentuk dari interaksi. Beda antara dua istilah ini hanyalah komunikasi lebih khusus. Komunikasi merupakan serangkain proses berpesan dengan adanya tujuan. Kalau interaksi segala aktifitas dimana dalam aktifitas tersebut terjadi adanya gesekan antar elemen masyarakat. Gesekan tersebut berbeda-beda bentuknya.

Tujuan komunikasi yang pertama dan paling utama adalah untuk hidup. Manusia di selama masa hidupnya dipenuhi denan perjuangan untuk mempertahankan nyawanya. Baik bertahan dari ancaman, maupun bertahan untuk mencapai tujuan. Dan saat merencanakan penyelamatan nyawa, secara sadar manusia mengetahui ketidakmampuannya.

Kesadaran bahwa manusia tidak mampu, menciptakan keharusan untuk meminta tolong. Bentuk meminta tolong disesuaikan dengan kebutuhannya. Ada dalam bentuk perintah, kerja sama, anjuran dan minta tolong. Semua itu disampaikan dengan komunikasi. Maka tidak berlebihan, komunikasi adalah alat untuk memperjuangkan hidup. 

Komunikasi untuk berkembang.
Sangat jarang kta melihat adanya mahkluk hidup yang tidak berkembang. Maka dari itu, berkembang merupakan salah satu ciri-ciri makhluk hidup. Manusia dapat berkembang baik secara fisik, mental maupun pola fikirnya. Namun, berkembang terbagi menjadi dua, yaitu perkembangan secara sadar dan secara tidak sadar. Komunikasi termasuk dalam mengembangkan diri secara sadar.

Saat mengembangkan diri, manusia memiliki dua cara dasar. Yaitu bereksplorasi dan meniru. Meniru merupakan cara dasar manusia untuk mengembangkan diri. Manusia terkadang meniru tumbuhan, hewan dan alam. Saat ia meniru disaat itulah terjadi komunikasi secara satu arah.

Komunikasi satu arah pada proses meniru, berbeda dengan komunikasi satu arah umumnya. Komunikasi bukan diprakarsai oleh komunikator, namun dilaksanakan oleh komunikan. Namun sifat pesan satu arah dari komunikator tetap ada.

Di era ini kita dapat merasakan pelbagai kemajuan dan perkembangan hidup manusia. Baik dalam kesejahteraan sosial maupun alat bantu manusia untuk melaksanakan kehidupan. Semakin banyak komunikasi pengembangan diri dilakukan, kemajuan peradaban manusia semakin kompleks ide. Inovatif, kreatif, aktraktif dan segala kegiatan dengan pengembangan diri dewasa ini semakin intens.

Dampak komunikasi untuk mengembangkan diri semakin banyak lahan perekerjaan dengan produksi yang berbeda-beda. Segala hal yang imajinatif sekarang dapat menjadi nyata kita rasakan. Dan kemajuan yang ditopang dengan komunikasi semakin menarik para penemu untuk menipiskan batas dimensi manusia untuk berkomunikasi sepeti video call.

Dan, komunikasi untuk tuntaskan rasa ingin komunikasi.
rasa ingin untuk berkomunikasi merupakan tujuan komunikasi yang sangat dasar. Manusia sebagai mahkluk sosial secara naluriah, sangat ingin berinteraksi dengan manusia lain. Karena itulah manusia merupakan makhluk yang berkembang biak dengan minimal dua individu berlainan jenis.


Memang banyak hambatan, halangan dan pencegah untuk berkomunikasi. Penganjal ini terkadang muncul dari diri pribadi manusia. Bahkan ada yang tidak sangup melaksanakan pribadi secara tatap muka namun nyatanya ia lari menuju komunikasi dunia maya. Yang pasti manusia selalu memiliki keinginan untuk berkomunikasi.

Kamis, 21 September 2017

DARUL HUDA REPORT

LSN 2017 REGIONAL JAWA TIMUR 1 BERAKHIR, PERSADHA KEMBALI MERAIH JUARA


Oleh: kang Boy.0



Penutupan LSN: Bupati Trenggalek Emil Dardak menghadiri penutupan LSN Region Jatim 1 2017. Dalam acara beliau berpesan,”Siapapun yang menang adalah santri”. Penutupan sekaligus final dilaksanakan di stadion Menak Sopal Trenggalek.


DH Report,.-  Liga Santri Nasional (LSN) Region Jatim 1 2017 kemarin(21/9) telah mencapai puncaknya. Penutupan dilaksanakan di Stadion Menak Sopal kabupaten Trenggalek Jawa Timur. penutupan dilakukan setelah sebelumnya digelar pertandingan final Region Jatim 1. Dalam acara tersebut hadir Bupati Trenggalek, Emil Dardak beserta Ketua Pengurus Cabang Nu Trenggalek ,KH Muh Fatwa dan Ketua LSN Region Jatim 1 Bung Khusnaini.

Dalam Sambutannya, Ketua LSN Region Jatim 1 Bung Khusnaini menyampaikan pesan Menteri Pemuda dan Olahraga. “Bapak Menpora selalu berpesan, LSN harus menghasilkan pertunjukan Sepak Bola yang berakhlakul karimah”,tuturnya. Adapun yang dimaksud Sepak Bola Berakhlak Karimah menurut beliau, sepak bola yang bertujuan mengikat ukhuwah islamiyyah. Beliau menambahkan,” Santri jadilah punggawa sepak bola seperti pemain TimNas Rofli Nur Salim yang juga santri.  

Acara dilanjutkan dengan pesan-pesan dari Bupati Trengalek Emil Dardak. Dengan 13 kota yang termasuk Karesidenan Madiun dan Karesidenan Kediri bertanding di Stadion Menak Sopal. Beliau menghaturkan sebuah kebanggan Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1. Beliau menyayangkan sebagai tuan rumah tidak dapat meraih juara 1. Namun, beliau bangga di tahun 2017 perwakilan Trenggalek, Sulaiman FC dapat mencapai final Region Jatim 1.

Penutupan dilaksanakan setelah ajang fnal LSN region jatim 1 selesai digelar. Final mempertemukan juara Region Jatim 1 2016, Persadha melawan Sulaiman FC. Hasil pertandingan imbang dengan skor 1-1 yang dicetak masing-masing tim dibabak pertama. Hasil akhir ditentukan melalui ketangkasan adu penalti. Skor akhir 4-3 yang membawa Persadha, tim sepak bola Pesantren Darul Huda Mayak kembali meraih juara.

Selama pertandingan riuh semangat membara datang dari suporter kedua tim. Tribun penuh sesak dengan nyanyian dan yel-yel. Bahkan Darul Huda mendatangkan 4 bus untuk membawa suporter dari Ponorogo. ditambah lagi dengan para alumni yang berkendara sendiri mendukung almamaternya. Sehingga suporter Darul Huda tidak kalah ramai dengan suporter tuan rumah Sulaiman FC.

Dalam penutupan acara Bupati Trenggalek berteriak, “Darul Huda siap menuju nasional ? Sulaiman siap tampil lebih baik?”.  Teriakan tersebut dijawab kedua Suporter,” Siap!”. Dan diakhiri dengan kata,”siapapun yang menang !, adalah santri !”. Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH Mukhtar Ali.

Sabtu, 10 Juni 2017

UST UMAR SALIM : ASTRONOM SALAF PONOROGO 

Oleh: Muhammad Yunus Mahbub 211014001


Rukyat hilal: ust Umar Salim mempraktekkan cara menentukan ketinggian hilal. Dilatihan praktikum rukyah hilal ponpes Darul Huda, terlihat banyak santri antusias dan memerhatikan.

IAIN PO.- kegemilangan intelektual Islam dibidang astronomi dulu, termasuk salah satu bukti zaman keemasan Islam. Ilmu astronomi dikenal dalam dunia Islam sebagai ilmu Falak. Falak merupakan ilmu yang menentukan ijtima(penentuan awal bulan hijriah.baca), gerhana matahari, gerhana bulan, penentuan kiblat, dan penentuan awal waktu sholat.

Para Intlektual falak sangat harum namanya ditengah pengkaji ilmu Islam dan astronomi. Di Mesir, kita mengenal Syekh Abdurrahman Al-Misri. Di Indonesia, kita mengenal pula intlektual bebuyut ust Yusuf Mansur. Seorang Kyai dengan karangan Sulamu An-Nayaraini. Kitab yang selalu menjadi  salah satu acuan ijtima’ di Indonesia. Beliau adalah, KH Muhammad Mansur Al-Batawi. Sedangkan di Ponorogo, pejuang ilmu salaf falakiyyah saat ini merupakan pimpinan LFNU(Lajnah Falakiyyah Nadhlatul Ulama.baca) cabang Ponorogo beliau, Ust Umar Salim, S.Ag.

Ust Umar Salim, mengisi kesehariannya sebagai guru Falak Madrasah Diniyyah Miftahul Huda Mayak. Beliau juga menjabat sebagai Wakil kepala Madrasah Aliyah Darul Huda Mayak. Dosen falak di Institut Sunan Giri Ponorogo. Ketua Lajnah Falakiyyah ponpes Darul Huda, el-Fadha. Termasuk tim Hisab Rukyat Kementrian Agama kabupaten Ponorogo. Anggota LFNU Jawa Timur. Dan beliau juga ketua LFNU cabang Ponorogo.

Alumnus Madrasah Diniyyah Miftahul Huda ini, menguasai banyak sistem falakiyyah. Mulai dari Durus Falakiyyah dan Sulamu An-nayaraini yang didapat dari Madrasah Diniyyah Miftahul Huda. Nautika dan Ephemeris yang dienyam di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel(sekarang IAIN Ponorogo). serta Nurul Anwar dan banyak lagi sistem falak yang didapat dari workshop-workshop yang diikutinya.

Melalui pelbagai organisasinya, ust Umar melakukan pengabdian kepada masyarakat. Seperti penentuan arah kiblat untuk kegiatan rutin jamaah semaan Jantiko Mantab, mushola-mushola dan masjid. Pembuatan kalender Tahunan NU. Pembuatan jadwal sholat dan imsakiyah untuk wilayah Ponorogo. Selain itu, beliau juga aktif untuk memberikan pelatihan gerhana dan rukyat hilal.

Kegiatan yang beliau adakan, selalu mendapat respon baik dari masyarakat dan pelajar. Seperti tanggapan dari Bapak Asmawi Anwar ketua MWC NU(Majelis Wilayah Cabang Nadhlatul Ulama.baca) Sukorejo. Beliau menghaturkan terimakasih atas bantuan penentuan kiblat pembangunan masjid di Dusun Ndare Desa Sukorejo tahun 2012 lalu.

Ada juga Pernyataan dari perwakilan MWC NU sePonorogo yang merespon positif saat acara workshop tahunan pelatihan hisab gerhana di Institut Sunan Giri Ponorogo. Dan ungkapan terimakasih, atas pengalaman menyaksikan hilal, dari para peserta  pelatihan rukyat hilal untuk santri ponpes Darul Huda dan mahasiswa Insuri sebagai agenda tahunan, di Tanjung Kodok Lamongan beberapa waktu lalu.

Ayah yang humoris menurut putranya Izzar Mahbubi ini, selalu aktif mengikuti perkembangan ilmu falak. Melalui pelatihan workshop yang diadakan Kementrian Agama, beliau menambah wawasan keilmuannya. Seperti perkembangan Ijtima Qobla Ghurub dan agenda Kalender Hijriah Global.


Beliau menanggapi, dalam keilmuan astronomi perkembangan tersebut merupakan hal yang positif. Namun beliau menambahkan, “ segala perkembangan tersebut perlu adanya kajian secara kaidah syari, karena rukyat menurut saya fardu ain, dan untuk teknologi yang semakin berkembang bukan untuk meniadakan rukyat tapi bagaimana menjadi sarana mempermudah pelaksanaan rukyat”. 

Minggu, 05 Maret 2017

demokarasi PPDH

WAJA’LNA LIL MUTTAQINA IMAMA
Oleh: kang Boy.0

Gegap gembita pesta demokrasi serentak disebagian besar wilayah Indonesia beberapa waktu lalu, akan segera kita rasakan. Bulan ini menjadi istimewa, dengan akan adanya reformasi kepengurusan we beloved cottage Darul Huda. Beliau Ust Eko Hadi Nurcahyo, telah memimpin kita dua tahun lamanya. Terimakasih sebesar-besarnya atas pengabdian beliau. Lantas siapakah yang akan menjadi pengganti dan akan memimpin, satu priode kedepan?.

Siapapun lurahnya, tentu seluruh santri mengharapkan pemimpin idaman. Walau terlihat imajinatif dan jauh panggang dari api, tidak ada satupun yang berhak mengolok pengharapan. Dan kita, kaum santri selalu memanjatkan do’a, waja’alna lil muttaqina imama. Serta Kholiq berjanji ud’uni fastajiib lakum. Maka,siapakah makhluk yang lebih berkuasa dari penciptanya.?

Harapan kita pada sosok pemimpin idaman sangatlah nyata. Namun taukah kita kriteria pemimpin idaman?. Dengan menyitir surah al-Furqaan ayat 74 yang sering kita jadikan do’a, sebenarnya kriteria pemimpin idaman seringlah kita sebutkan. Para muttaqin,  merekalah yang kita dambakan dalam do’a-do’a. Namun pertanyaannnya kenapa pemimpin idaman kita adalah para muttaqin?.

TAQWA
Para muttaqin adalah sebutan orang-orang yang bertaqwa. Taqwa merupakan, salah satu sifat orang-orang mukmin. Menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, ”taqwa lahir sebagai konsekuensi logis dari keimanan yang kokoh, keimanan yang selalu dipupuk dengan muraqabatullah, merasa takut terhadap murka dan adzab-Nya dan selalu berharap atas limpahan karunia dan maghfirah-Nya”. Sebagai kaum yang logis dengan ilmu Mantiq, maka iman kokoh dan taqwa adalah hal pokok yang yang seharusnya santri miliki. Dan untuk memilikinya, bagaimanakah caranya?.

Dalam definisinya, taqwa dipupuk dengan muraqabatullah. Dengan kata kunci ini, telah tampak jalan menuju taqwa. Dan apa yang dimaksud muraqabatullah?.

Muraqabatullah merupakan rasa was-was karena merasa senyata-nyatanya Allah pasti mengawasi secara haq. Karena terawasi, seseorang akan berhati-hati dalam tindak perilakunya. Gambarannya, santri selalu ragu untuk melanggar peraturan pondok karena merasa diawasi oleh pihak amni (keamanan.baca).

JALAN TAQWA
Memimpin para pemimpin. Tugas yang berat dan penuh tanggung jawab. Manusia sebagai pemimpin dirinya sendiri, akan memimpin manusia lain. Maka wajarlah, ketika Khulafur Rasyidin maupun mereka yang tidak diragukan ketaqwaannya, selalu menghindarl jabatan pemimpin. Sehebat apapun seorang individu, tak dapat ternafikan, ia adalah makhluk yang lemah. Maka wajar ketika ia mengelak beban sebagai pemimpin. Tapi, jika telah datang padanya beban pemimpin, maka manusia membutuhkan eksistensi suprarasional yang telah menganugerahkan daya pada dirinya untuk membantunya.

Seperti yang telah Rasullalh sabdakan “La tas’al imarah. Fainnaka in utiitaha’an mas’alatin wukkiltailaihaa. Wain utiitaha ‘an ghoiri mas’alatin u’inta ‘alaiha”. Para muttaqin adalah pemimpin ideal namun mereka tidak akan meminta jabatan pemimpin. Dan ketika jabatan itu datang dengan sendirinya, Allah akan menolongnya untuk menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Maka, pertolongan dari makhluk manakah yang lebih berguna daripada prtolongan yang berasal dari Sang Kholiq.

Karena itulah Ketaqwaan, merupakan jalan yang harus dilalui pemimpin umat. Dengan taqwa pemimpin akan sadar kullunnasi do’ifun. Sebagai makhluk do’if ia akan memahami kebesaran dan kekuasaan Allah. Sehingga tidaklah ia berbuat dholim sebagai mahkluk lemah. Namun, ia akan berusaha menghiasi diri dengan akhlakul karimah.

Eksistensi taqwa dan do’a kita untuk muttaqin menjadi jalan selamat bagi pemimpin dan umatnya. Muraqabatullah akan menyelamatkan pemimpin menghadapi beban dan tanggung jawab.  Karna pada wajar dan seharusnya, tidaklah seorang yang taqwa pada Allah berani mendholimi makhluk-Nya. Berani melanggar syari’at-Nya. Dan tidak berlaku adil pada mereka yang berhak diperlakukan secara semestinya.

Menjadi pribadi yang bertaqwa, adalah pekerjaan rumah untuk pemimpin masa depan. Cara mencapainya harus sesuai dengan jalan yang tepat. Manfaatnya, akan laraslah antara berpikir dan bertindak sebagai pemimpin para pemimpin. Maka bukan hanya untuk calon lurah saat ini, kitapun calon pemimpin masa depan juga harus menempuhnya.

Namun, menjadi pribadi bertaqwa tak semudah terucap. Tapi perlu diingat, jalan taqwalah satu-satunya jalan pemimpin dapat selamat. Selamat dari urusan pribadinya dan urusannya sebagai peimpin. Dan untuk umat yang mempercayakan kepemimpinan pada muttaqin, selamatlah dunia dan akhiratnya. Karena ketaqwaan akan menjadi jalan kemudahan dalam kepemimpinan. Dan takperlulah bagi para muttaqin, menolak amanat pemimpin karen Allah telah berjanji “ waman yattaqillaha yaj’allahu mukhrojan wa yarzahu min haisu laayahtasib”.

Mudah-mudahan, pemimpin kedepan benar-benar tercermin dari do’a yang selalu kta panjatkan. Dan untuk beliau lurah kita saat ini, Ust Eko Hadi Nurcahyo, terimakasih sebesar-besarnya atas perjuangan anda. Pengabdian, perjuangan, dan sabar diri mudah-mudahan menjadi landasan jalan taqwa pada diri beliau. Dan untuk kita semua calon pemimpin masa depan, marilah memulai jalan ketaqwaan sebagai hamba sesuai apa yang telah diperintahkan.
ÙŠَاأَÙŠُّÙ‡َا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّÙƒُÙ…ُ الَّذِÙŠ Ø®َÙ„َÙ‚َÙƒُÙ…ْ Ùˆَالَّذِينَ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ


Minggu, 15 Januari 2017

Tugas penulisan artikel

DARI TONTONAN JADI TUNTUNAN
Oleh: Muhammad Yunus Mahbub
Uses and Gratification ( penggunaan dan pemenuhan.baca), merupakan sebuah teori yang dicetuskan pada tahun 1974.  Teori ini diusung oleh Katz dan Blumer. Asumsi dasarnya adalah khalayak dalam hal ini konsumen media, baik cetak, elektronik maupun internet memiliki keaktifan untuk memenuhi kebutuhannya. Sehingga teori ini akan menganalisa apa yang akan dilakukan khalayak terhadap medianya.

Kebutuhan manusia tidak dapat dinafikan bukan hanya sandang, pangan, dan papan. Ada kebutuhan lain dalam hidup manusia seperti, komunikasi, yang dikenal sebagai interaksi sosial dan informasi. Dewasa ini, informasi sangat mudah dikonsumsi dengan adanya teknologi informasi. Teknologi tersebut dapat berupa smartphone, televisi, radio dan koran. Hal tersebut memudahkan konsumen untuk aktif dalam memilih, menelaah, dan menilai jalur informasi, apapun bentuknya.

Namun, ketidaksadaran konsumen media terhadap apa yang ia konsumsi menyebabkan gejala yang memilukan. Dalam contoh terdekatnya, masyarakat setelah ba’da maghrib bukanlah sebuah rahasia umum, memiliki rutinitas yang terbilang sama. Sekeluarga, berkumpul untuk memenuhi kebutuhannya yang lain yaitu hiburan, sebagai bentuk istirahat dari rutinitasnya. Bentuk hiburannya seperti telah tersepakati pula, sama dalam bentuknya, sinetron. Sedangkan dalam sinetron, apa yang ditayangkan merupakan bentuk dari sebuah imajiner yang tidak mungkin ada dalam realitas kehidupan yang sesungguhnya.

Mungkin untuk para orang dewasa, pesan yang diusung dalam sinetron hanyalah sebuah bentuk hiburan. Namun keaktifan untuk dapat menempatkan pesan hiburan tersebut, tidak dimiliki oleh anak-anak dan remaja. Pada anak-anak dan remaja terjadi proses jarum hipodermik. Proses ini menyebabkan anak-anak dan remaja saat mereka mengkonsumsi media sebagai pemuas kebutuhan informasi, mereka juga menggunakan informasi tersebut sebagai refrensi bentuk jati diri.

Maka bukanlah suatu yang mengherankan, perilaku kaum muda saat ini terlalu asing untuk kaum tua. Dengan berkiblat pada nabi baru mereka, artis, aktor, penyanyi, model, dan sebagainya, kaum muda ikut meniru apa yang menjadi panutannya. Dikarenakan memang adanya perbedaan menyikapi sebuah media yang dilakukan oleh kaum tua dibandingkan dengan kaum muda.

Simpulan atas perilaku remaja saat ini, dapat kita jumpai dengan mudahnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Di sekolah dasar dapat dijumpai anak-anak kesana-kemari memgang teknologi informasi. Tidak hanya disekolah, bahkan dalam kesehariannya ujung ibu jarinya telah dapat mengakses informasi yang berada dalam tingkatan global. Didukung pula sarana memperoleh informasi tersebut, merupakan teknologi informasi Highway. Tingkatan ini merupakan tingkatan tertinggi arus informasi jika digambarkan arusnya merupakan arus jalan tol yang tanpa hambatan.

Sayangnya, kebebasan mengakses informasi tidak diiringi dengan kemampuan untuk menggunakannya. Dapat dikatakan sebuah perilaku yang sangat isrof (berlebihan.baca) telah menjangkit kaum muda. Mengkonsumsi tanpa adanya pemanfaatan merupakan sebuah kemubaziran yang berujung dengan penyia-nyiaan sumber daya baik waktu, uang, listrik, dan yang paling riskan pola pikir.

Dan yang lebih disayangkan lagi, para orang tua sebagai guide of life (pemandu kehidupan.baca), saat ini memiliki ketidakpedulian terhadap apa yang dikonsumsi oleh anak-anaknya. Dengan membebaskan anak-anak dapat memungkinkan anak-anak mengekpresikan jati dirinya yang berujung lahirnya potensi dan kemampuan. Namun, tanpa adanya bimbingan dengan kognitif yang terbatas anak-anak harusnya, diberi bimbingan. Hal ini menjadi penting, agar anak tidak salah jalur dalam menggali jati dirinya.

Memang, apa yang ditayangkan media idealnya merupakan sebuah konseptif ide yang baik bagi para konsumennya. Tanggungjawab media terhadap khlayak merupakan sebuah keharusan. Karena tanpa adanya tanggungjawab sosial, tidak akan tercipta integrasi media terhadap lingkungannya. Buntutnya media tersebut akan mendapati sanksi sosial. 

Namun, penyalahan terhadap media bukanlan seratus persen dapat diberikan. Kontrol dan kebebasan yang diusung teknologi informasi saat ini memudahkan konsumennya dapat memilih media apa yang ia inginkan. Maka, jangan sampai kita yang telah sadar tempat dan tata cara yang tepat untuk menyikapi media, menganggap kaum mudapun berkemampuan sama. Sehingga saat adanya penyimpangan perilaku yang menabrak adat, norma, dan hukum yang berlaku membuat kita terheran dan bertanya, apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi. Dan jangan sampai kita yang lebih mengetahui, menjadi buta dan tidak peduli terhadap mereka yang tidak mengetahui.

Minggu, 08 Januari 2017

Darul Huda Report

PERINGATI HARI SANTRI NASIONAL, SANTRI SE-PONOROGO GELAR JALAN SANTAI
 oleh : Muhammad Yunus Mahbub


Pelepasan: KH Abdus Sami’ Hasyim (tengah) bersama rombongan, Ketua PCNU Fatkhul Aziz (paling kiri),
 Wakil PCNU Ludfi Hadi Aminudin (batik), dan Rois Suriah PCNU KH Muhatim Farid (sedekap). 
Para kyai melepas keberangkatan rombongan jalan santai Hari Santri Nasional. (mahbub) 

 DH Report.,- Lalu (22/10/16), santri pesantren se-Ponorogo peringati HSN (Hari Santri Nasional,baca). Peringatan dilakukan, dengan menggelar jalan santai. Sekitar 7000 santri mengikuti dengan memadati lapangan utama Ponpes Darul Huda mayak. Rombongan memulai start dari Ponpes Darul Huda dengan finish alun-alun kota Ponorogo. Jalan santai kali ini menempuh jarak lima kilometer. 

Walau cuaca agak panas, terlihat para santri sangat antusias untuk merayakan. Jalan santai tidak hanya diisi oleh para santri, namun juga dari para pemuda KMNU (Komunitas Mahasiswa Nadhlatul Ulama,baca) , IPNU (Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama,baca), dan ibu-ibu Muslimat Nadhlatul Ulama.

Berangkat: terlihat rombongan jalan santai antusias peringati Hari Santri Nasional. 
Tidak hanya sekitar 7000 santri, namun IPNU, KMNU,
 dan Muslimat NU juga ikut meramaikan peringatan Hari Santri Nasional. (mahbub)



Acara jalan santai kali ini merupakan perayaan kali kedua, menyambut HSN. HSN yang mulai disahkan pada tahun 2015 menjadi hari istimewa bagi para santri. Dengan terperingatinya HSN KH Abdus Sami’ Hasyim berpesan untuk mengingat perjuangan santri dulu dalam mempertahankab NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia,baca).

Peringatan HSN dimulai dengan acara apel pagi. Acara dimulai pada pukul delapan pagi. Acara diisi dengan Ikrar Santri Nasional dan menyanyikan lagu Hubbul Waton. Setelah do’a, para kyai berdiri untuk melepas keberangkatan rombongan jalan santai.

Selama perjalanan terlihat beberapa santri bekerja sama dengan Polres Ponorogo menertibkan lalu intas. Dengan memakai setengah bahu jalan guna lintasan acara, arus kendaraan terlihat agak terganggu. Walau demikan, tidak terjadi kemacetan pada jam sibuk kerja tersebut.

Setelah sampai di alun-alun, acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah. Hadiah diberikan kepada para juara lomba HSN antar pesantren se-Ponorogo. Lomba meliputi Qiroatul Kutub ,Tilawatul Qur’an, dan Pidato tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab,baca). Selain itu hadiah juga diberikan kepada para santri yang mengikuti jalan santai.

Jalan santai merupakan rangkaian acara ketujuh yang diselenggarakan oleh PC RMI NU (Pimpinan Cabang Rabithah Maahid Islamiyah Nadhalutul Ulama,baca) Ponorogo. Acara jalan santai pada malam hari ditutup dengan pengajian Budaya oleh Cak Nun. Peringatan HSN Tahun ini mengambil tema Ayo Mondok. Berikut kami lampirkan jadwal acara peringatan Hari Santri Nasional 2016.

Gerakan Ayo Mondok Hari Santri Nasional 2016 :


  • Sabtu, 15 Oktober : Bakti Sosial pengobatan gratis di PonPes Darul Hikam Jerosan Mlarak bersama PW RMI NU Jatim.
  • Ahad, 16 Oktober : Penyambutan rombongan kirab resolusi jihad di Masjid Tegal Sari Jetis 
  • Selasa, 18 Oktober : lomba Qiroatul Kutub di PonPes Hudatul Muna Jenes. 
  • Selasa, 18 Oktober : lomba Pidato tiga bahasa dan Tilawatil Qur’an di PonPes Darul Huda Mayak. 
  • Rabu-kamis, 19-20 Oktober : lomba futsal di GOR Singodimejo. 
  • Jum’at, 21 Oktober : Haul Nasional Suhada, pembacaan 1 Miliar Sholawat nariyah di MWC NU. 
  • Sabtu, 22 Oktober : Jalan Santai di PonPes Darul Huda Mayak.
  •  Sabtu, 22 Oktober : Pengajian Budaya oleh Cak Nun di Alun-alun Kota Ponorogo.
berita lain tentang HSN di Darul Huda http://www.darulhudamayak.net/peringatan-hari-santri-di-pon-pes-darul-huda-mayak/
#tugas jurnalistik online nim 211014001 tipe mindy Mc Adams teras who does what 

Sabtu, 10 Desember 2016

TUGAS ARTIKEL PRESKREPTIF

BIJAK DALAM KOMUNIKASI BEBAS EKSPRESI
Oleh : Muhammad Yunus Mahbub



Semenjak resmi direvisi senin lalu (28/11), UU ITE mulai menjadi kajian untuk dibahas secara akademik. Kuliah yang berkonsentrasi pada komunikasi Islam, membuat saya cukup serius untuk mendalami perkembangan hukum yang satu ini. Perbincangan antara pro dan kontra terhadap “pasal karet” mulai muncul selaras dengan kasus pelanggarnya. Terutama tentang pencemaran nama baik, dan pemicu gejolak sara.

Pasal karet memang dikesankan sebagai algojo kebebasan. Pembatasan bebas dalam berkomunikasi sering akan menimbulkan banyak gejolak. Bagaimana tidak, sebagaimana dikatakan Siegmund Freud, kita adalah Human Narcisist. Sebuah mahkluk hidup yang butuh berekpresi sebagai bentuk terakuinya diri dikehidupan ini. Membuat kita terlena, tenggelam, dan tak sadar diri akan  komunikasi yang tanpa memiliki batasan dalam bentuknya. Sehingga sering, dalam gejolak amarah kita berkicau dengan ejekan, makian, dan berujung melecehkan.

Lebih parah lagi, pelampiasan tersebut disalurkan melalui media sosial. sebagai pengguna, kita tidak sadar, dan bahkan tidak mau membatasi tersebarnya pesan tersebut. Ketidaksadaran tersebut merupakan bukti media sosial yang terletak pada dunia digital bersifat maya, memiliki batas dengan diri kita sendiri yang hidup dalam dunia realitas. Sebagai gambarannya, saat meng-update sebuah status penghinaan di Facebook, jika dinyatakan dalam realitas atas penyebaran status tersebut. Maka, akan sama dengan menyebarkan hinaan dengan menggunakan toa-toa diseluruh masjid, langgar, dan mushola se-Dunia bahkan lebih dari itu. Didengar, dilihat, dan diketahui oleh seluruh umat manusia.

Dampak yang disebutkan memang terkesan berlebihan. Namun pada nyatanya, kita tahu penyebaran informasi melalui internet dapat diakses oleh siapa saja diseluruh dunia. Kebutuhan kita mengekpresikan diri memang menjadi hak. namun, bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan apalagi berkaitan dengan hak orang lain merupakan sebuah kewajiban. Maka bukan berlebihan kerugian secara mental oleh korban pelecehan harus diperhatikan.

Mungkin dimulai dengan sadarnya para ahli hukum terkait dampak media komunikasi dewasa ini dalam hal ini media sosial, UU ITE mulai intensif untuk dikaji dan direvisi. Hasilnya, diharapkan pengguna media internet dapat lebih luhur dalam mengekpresikan dirinya di depan publik. Memang saat ini, kita sebagai bangsa Pancasila sangat sering melupakan karakter Indonesia.

Dengan berkiblat modernisasi, komunikasi saat ini dilakukan dengan tanpa adanya nilai luhur Nusantara dan tanpa memandang pandangan orang lain. Berceloteh apa yang disuka hati, berpakaian apa yang lagi trend, dan berprilaku apa yang sedang booming. Tanpa malu jika ditanggapi negatif oleh orang lain. Selama kita masih melakukan hal kekanakan seperti itu, kapankah kita dapat bijak sebagai bangsa yang tidak dapat hidup tanpa adanya orang lain.
*tugas artikel preskriptif  matakuliah Jurnalistik Online NIM 211014001